Sabtu, 04 Juli 2015

Relatifnya Kemunculan Lailatul Qadar

Seperti diketahui bersama, masyarakat secara umum mengetahui bahwa waktu kemunculan ليلة القدر 'lailatul qadar' (Apa itu lailatul qadar dan apa keutamaannya? Silakan baca di sini) terjadi pada 10 malam terakhir Ramadan berdasarkan hadis [1][2][3]. Di samping itu, diketahui pula bahwa dari 10 malam terakhir itu, lailatul qadar kemungkinan besar jatuh pada salah satu malam ganjilnya [1], yang kalau dalam pandangan umum, malam tersebut adalah malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan dihitung dari awal Ramadan [4][5].

Jumat, 03 April 2015

Melakukan Navigasi Antar-activity via Button

Cara mudah melakukan navigasi antar-activity melalui perantara (trigger) Button adalah dengan memanggil method startActivity(). Namun, sebelumnya, Anda harus terlebih dahulu memastikan bahwa Anda sudah memiliki (paling tidak) dua buah activity yang akan di-link-kan beserta sebuah tombol (button) pada activity yang akan menjadi penjembatan untuk menuju ke activity lain, misal seperti terlihat pada Gambar 1 dan 2 berikut.

Gambar 1: Activity Pertama

Gambar 2: Activity Kedua

Senin, 23 Februari 2015

Kumpulan Doa Haji: Edisi Padat

Saat hendak pergi ke tanah suci (بيت اللـه المحرم), entah urusan haji kecil (umrah) ataupun haji besar (haji yang sekarang ngantrinya tahunan), pastinya Bapak, Ibu, Saudara, atau Anda sendiri akan disibukkan dengan proses manasik. Kalau Anda tidak tahu apa itu manasik, silakan buka KBBI :) Nah, hal itu juga dilakukan oleh Simbah saya yang kebetulan juga In sya Allah akan naik haji tahun 1436 H ini.

Manasik identik dengan belajar, entah belajar mengenai tata cara haji, rukun-rukun, pengenalan lingkungan, hingga pengenalan doa-doa yang bisa dibaca saat menjalaninya. Nah, masalahnya adalah, iya kalau yang mengikuti manasik itu orang yang masih muda, yang masih enerjik, yang masih kuat daya ingatnya. Kalau yang hendak berangkat ternyata umurnya sudah sepuh (berumur)? Hehe, kebayang kan gimana susahnya...

Senin, 16 Februari 2015

Seri Penulisan Ilmiah: Pemosisian Gambar

Sudah menjadi hal yang lumrah ketika kita menulis sebuah tulisan ilmiah, akan ada banyak penjelasan ngalor-ngidul dalam bentuk uraian (paragraf) berdasarkan referensi ini dan itu, termasuk penjelasan dalam bentuk gambar yang biasanya digunakan untuk memudahkan pembaca dalam menangkap maksud dan tujuan dari si penulis. Dilihat dari tujuan penyertaan gambar, sepertinya tidak ada masalah. Nah, permasalahan muncul pada sisi layouting (penataletakan) gambar (this is fact, trust me :D). Penataletakan yang dimaksud adalah penataletakan gambar di seputaran uraian gambar. Masalah tersebut biasanya muncul akibat ukuran kertas yang memang terbatas (asumsikan saja ukuran kertas yang digunakan adalah A4). Apa Anda juga pernah merasakan kegalauan yang seperti itu? Kalau iya, mari coba kita bahas :)

Rabu, 31 Desember 2014

Titipan: Materi Audit TI Pak Titus

Berikut file materi untuk mata kuliah Audit TI yang diampu oleh Pak Titus Kristanto, S.Kom. Silakan diambil :)

Selasa, 23 Desember 2014

Greenfoot: Mengurangi Nyawa yang Berbentuk Koleksi Actor

Daftar Kelas pada Greenfoot
Tidak perlu berlama-lama, pos ini bertujuan:
  • Mengenalkan kepada Anda penggunaan kerangka koleksi (collection framework) di Java.
  • Mendemonstrasikan cara membuat dan menempatkan objek (Actor) di Greenfoot secara dinamis (melalui kode program).
  • Mendemonstrasikan mekanisme collision detection di Greenfoot.
Sebagai pengantar, pos ini menjelaskan tentang permainan (selanjutnya disebut game) sederhana yang saya buat di Greenfoot. Game ini terdiri atas 1 skenario (kelas Skenario) dan 3 aktor (AktorUtama [Kura-Kura], Nyawa [Pizza], dan Musuh [Mobil]). Untuk lebih jelasnya, lihat gambar Daftar Kelas pada Greenfoot. Kelas Nyawa tersebut nantinya akan digunakan sebagai objek nyawa Kura-Kura.


Senin, 05 Mei 2014

Cara Penomoran Subbab Karya Ilmiah

Untuk menomori subbab dalam sebuah karya ilmiah (khususnya skripsi) ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bukan tanpa dasar kalimat tersebut saya tulis di sini. Dari sekian banyak tulisan ilmiah mahasiswa yang sempat saya baca, banyak yang mekanisme penomorannya seakan acak, tanpa dasar, tanpa mengacu pada kaidah tertentu. Oleh karena itu, perlu kiranya kita bahas di sini, betul?  :mrgreen:

Ok, silakan dilanjut membacanya...

Model penulisan karya ilmiah biasanya mengikuti tata aturan tertentu, umumnya tempat publikasi karya ilmiah sudah menyediakan modelnya (biasa disebut sebagai gaya selingkung [style]). Tapi, mungkin hanya sebagian yang sampai detail memberikan arahan dalam hal penomoran subbabnya. Jika demikian, mari kita bahas.